Minggu, 01 November 2009

Database Management System (DBMS)


• DBMS (Database Management System) atau SMBD (Sistem Manajemen Basis Data) merupakan kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) dengan tata cara yang tertentu untuk membentuk data baru atau informasi yang diorganisasikan berdasarkan skema atau struktur tertentu.
Fungsi database :
– Mengatasi kerangkapan (Redundancy) data.
– Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
– Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
– Menyusun format yang standart dari sebuah data.
– Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user).
– Melakukan perlindungan dan pengamanan data (data security).
– Menyusun integritas dan independensi data.
Manfaat penggunaan DBMS adalah :
– Untuk mengorganisasikan dan mengelola data dalam jumlah besar
– Untuk membantu dalam melindungi data dari kerusakan yang disebabkan penggunaan atau pengaksesan yang tidak sah
– Memudahkan dalam pengambilan kembali data (data retrievel)
– Untuk memudahkan dalam penggunaan atau pengaksesan data secara bersamaan dalam suatu jaringan.
Keunggulan DBMS adalah :
– Kepraktisan, yaitu penggunaan media penyimpan yang berukuran kecil namun padat formasi
– Kecepatan, yaitu mesin dapat mengambil atau mengubah data jauh lebih cepat daripada Manusia
– Mengurangi Kejenuhan, yaitu menghindari pekerjaan yang berulang - ulang dan monoton yang bisa membosankan
– Kekinian (up to date ), yaitu informasi yang tersedia pada DBMS akan bersifat mutakhir dan akurat setiap saat.
Arsitektur Basis Data dibangun menggunakan format paket bahasa yaitu DDL, DML dan DCL.
– DDL (Data Definition Language), yang merupakan satu paket bahasa DBMS yang berguna untuk melakukan spesifikasi terhadap skema basis data. Contoh perintah DDL misalnya, Create Table, Create Index, Alter table, drop view, Drop index.
– DML (Data Manipulation Language), yang merupakan satu paket DBMS yang memperbolehkan pemakai untuk mengakses atau memanipulasi data sebagaimana yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat. Dengan DML kita akan dapat :
o Mengambil informasi yang tersimpan dalam basis data.
o Menyisipkan informasi baru dalam basis data.
o Menghapus informasi dari tabel.
Terdapat dua tipe DML yaitu prosedural dan non prosedural. Prosedural DML membutuhkan pemakai untuk mensfesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya. Contoh bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase, FoxPro. Sedang non prosedural DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa harus tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau QBE (Query By Example). Contoh perintah DML misalnya Insert, Select, Update, dan Delete.
Dalam bahasa Query dikenal juga dengan DCL (Data Control Language), yang merupakan bahasa pengendali data, yang digunakan untuk melakukan otorisasi terhadap pengaksesan data dan mengalokasikan ruang. Contoh perintahnya misalnya Grant, Revoke, Commit, dan Rollback.
Ketiga perintah bahasa tersebut (DDL, DML, DCL) saat ini telah dibentuk menjadi paket bahasa yang disebut sebagai SQL (Structured Query Language), yang pada prakteknya implementasi SQL sangat berfariasi. Tidak semua fitur SQL didukung oleh vendor software. Beberapa contoh software basis data yang menggunakan SQL seperti DB2, Ingres, Informix, Oracle, MS-Access, MySQL, PostgreSQL, Rdb, dan Sybase.

2 komentar:

  1. photo ini juga bagus...
    hehe..;p

    BalasHapus
  2. pak sudah dapat komisi belum dari rahasia web pemula ??
    saya ingin tahu keuntungan gabung d web replika bapak.
    trims

    BalasHapus